Rabu, 07 Agustus 2024

TEKNIK PROMOSI BUKU


Narasumber         : Akbar Zainuddin, MM.,MNE.
Moderator            : Dyah Kusumaningrum, ST.
Pertemuan           : 30
Hari, tanggal        : Rabu, 7 Agustus 2024


     
Sehebat apapun produk yang kita hasilkan jika tidak di kenal oleh banyak orang hanya akan menjadi pajangan dan pemanis etalase. 
Begitu pula dengan sebuah karya tulis. Segala kisah, ide, pemikiran yang kita tuangkan dengan penuh perjuangan hanya akan jadi sebatas karya yang hanya kita genggam sendiri. Semua itu butuh promosi dan kiat pemasaran yang jitu. Bagaimana teknik promosi dan pemasaran buku yang mudah, jitu dan murah? 

Tidakkah segala hal baik yang kita tuangkan dalam karya kemudian dibaca dan menginspirasi  orang lain akan menjadi celengan kebaikan untuk kita?  
Hmmm begitu banyak tanya yang tercipta dan mengambang di alam  pikiran. 

Mau tau jawabannya, segera temukan di kelas pamungkas KBMN malam ini, dengan materi Teknik Promosi Buku.

Seperti biasa flyer setiap kegiatan kita selalu mengundang segudang rasa penasaran. Jujur untuk saat ini masih berkeinginan untuk menulis buku solo, belum terpikir untuk memasarkannya.
Hmmmmm, tetapi setelah dipikir-pikir, mengapa tidak ya!
rejeki tidak ada yang tahu. Mari kita ikuti dan simak dengan baik.

Malam ini kita dibersamai oleh seorang trainer dan motivator yang bernama Akbar Zainudin.  Beliau sudah menerbitkan 16 buku solo. Beliau juga membimbing penulis-penulis pemula dalam menulis buku solo.


Buku yang bagus itu seperti apa?

Menurut pengalaman beliau, buku yang bagus itu mempunyai beberapa kriteria:
Pertama, Buku itu mempunyai keunikan atau kalau bisa keunggulan dibandingkan dengan buku sejenis. Penulis harus bisa menjawab pertanyaan: 
"Apa perbedaan buku ini dengan buku sejenis yang sudah ada di pasaran?"
"Sebutkan 10 alasan mengapa orang harus membeli buku anda". 
Kalau dua hal di atas bisa dijawab dengan jelas itu tanda-tanda bahwa buku kita berkualitas. 

Kedua, Buku ditulis dengan target pembaca yang jelas. Sebelum menulis tentukan dahulu siapa audiens yang akan membaca buku kita. Dengan target audience yang jelas akan memudahkan kita dalam menulis dan mempromosikan buku kita. 

Ketiga, ditulis dengan bahasa sesuai dengan target pembaca. Ada buku-buku yang ditulis dengan bahasa ngepop, bahasa ilmiah, dan sebagainya. 

STRATEGI PROMOSI BUKU

APA ITU PROMOSI BUKU

Promosi adalah cara kita memberikan informasi tentang produk kepada konsumen agar mereka tertarik dan mau membeli produk kita. Promosi buku adalah cara kita mengenalkan buku yang kita miliki kepada audiens kita agar mereka tertarik dan mau membeli. 

MENGAPA PROMOSI BUKU ITU PENTING

Promosi buku itu penting karena sebagus apapun buku kita kalau konsumen atau audiens tidak mengetahui produk kita, maka mereka tidak akan tertarik, apalagi mau membeli buku kita. 

Beberapa tujuan dari promosi buku adalah:
1. Membuat audiens mengenal (tahu) buku kita.
2. Membangkitkan kebutuhan konsumen untuk membeli buku kita. Bagaimana caranya yang tadinya mereka tidak butuh, tetapi setelah kita promosikan menjadi butuh. 
3. Meyakinkan konsumen untuk membeli buku. 
4. Mengharapkan konsumen agar mau merekomendasikan buku kita kepada orang lain.

TUJUH PROGRAM PROMOSI BUKU

Program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis. Beberapa program promosi yang bisa dilakukan. 

PERTAMA, LAUNCHING BUKU

Adalah program untuk meluncurkan buku baru. Bisa di aula, masjid, lembaga pendidikan, hotel, di mana saja. Yang mengadakan bisa penerbit maupun penulis. Yang membiayai launching buku siapa? Bisa penerbit, bisa penulis. Kita perlu meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah mereka perlu menyelenggarakan program launching buku. 

Kalau di Gramedia, di toko-toko buku mereka ada tempat untuk launching buku. Kita bisa memanfaatkan tempat ini. Jadi kita promosikan acaranya, tempatnya di toko buku Gramedia. 

Sekarang ini program launching buku semakin mudah. Dengan adanya Media Sosial, kita bisa melakukan program launching buku ini bahkan dari rumah. Bisa melalui FB, IG, ataupun Youtube. 

Buat saja program LAUNCHING BUKU, live di FB, IG, atau Youtube. Undang kawan-kawan kita. Ajak mereka berpartisipasi. Launching buku kalau perlu setiap bulan. Kan ngga harus sekali. Bulan ini Launching Pertama, Bulan depan Launching kedua, ketiga, dan seterusnya. Kalau setiap bulan kita launching buku kita, setahun kita sudah 12 kali launching buku. Keren, kan?

KEDUA, BEDAH BUKU

Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku kita. Bedah buku ini bisa secara online maupun offline. Offline artinya kita menyelenggarakan bisa bekerjasama dengan berbagai lembaga. Lembaga pendidikan, perpustakaan, majlis taklim, masjid, dan sebagainya. 

Pokoknya, di semua tempat dan situasi yang memungkinkan, kita tawarkan bedah buku. Berapapun yang hadir, kita selenggarakan terus menerus. Apalagi sekarang ini eranya digital. Bukan berapa orang yang hadir yang penting, tetapi direkam lalu diupload di Medsos acara kita. InsyaAllah akan semakin membuat orang mengenal kita. 

Sekali lagi, yang lebih mudah sekarang ini adalah bedah buku secara online. Kita undang orang-orang untuk ikut acara bedah buku bersama kita. Bisa di FB, IG, WA Grup, Zoom, dan sebagainya.

KETIGA, SEMINAR ATAU PELATIHAN

Lakukan seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku kita. Kalau saya bukunya motivasi dan menulis. Maka saya secara berkala menyelenggarakan seminar dan diklat terkait motivasi dan menulis. 

Seminar atau workshop ini, pertama-tama bolehlah dilakukan gratis. Karena target kita adalah mengenalkan buku kepada para peserta. Lakukan secara kontinyu, misalnya sebulan sekali. Kalau misalnya bisa offline, laksanakan di sekolah misalnya. Kalau tidak bisa offline, lakukan secara online. Bisa via WA, Zoom, FB, IG, dan sebagainya.

KEEMPAT, MEMBANGUN KOMUNITAS

Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang kita sesuaikan dengan tema buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka kita tuliskan buku-buku tentang motivasi. Buku tentang guru, maka bangun komunitas guru. Buku tentang menulis, bangun komunitas menulis. Buku tentang Ice Breaking, bangun komunitas Ice Breaking. Buku tentang bahasa, bangun komunitas bahasa. 

Komunitas membuat kita lebih dekat dengan pembaca sehingga memudahkan kita untuk menawarkan mereka dalam membeli buku. 

Saya sendiri membangun banyak komunitas, ada komunitas guru, menulis, santri, remaja, bisnis, dan sebagainya. Semua komunitas itu ada bukunya. Saya share materi-materi yang ada di buku secara berkala, biasanya seminggu sekali, sehingga anggota komunitasi ini mendapatkan manfaat. Biasanya saya bentuk di WA Grup. 
Sesekali seminar melalui Zoom.

KELIMA, MEMBANGUN JARINGAN RESELLER

Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000, kita kasih 20-30%, kita berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjual.

Dewa Eka Prayoga, berhasil menjual 10.000 buku hanya dalam waktu 2 minggu melalui reseller ini. Tentu resellernya saja puluhan ribu, berbagai produk. Kalau kita sudah punya jaringan reseller, akan memudahkan kita menjual buku. 

Saya juga sedang membangun jaringan reseller ini. Belum banyak, baru sekitar 100an orang. InsyaAllah akan terus bertambah.

KEENAM, JUALAN DI MARKETPLACE

Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi kita.  

Yang penting keberadaan kita dan buku kita ada. Itulah pentingnya ada di marketplace. Jadi kalau ada orang mencari judul buku kita, bisa ditemukan.KEENAM, JUALAN DI MARKETPLACE

Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi kita.  

Yang penting keberadaan kita dan buku kita ada. Itulah pentingnya ada di marketplace. Jadi kalau ada orang mencari judul buku kita, bisa ditemukan.

KETUJUH, MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL (Medsos) untuk promosi buku.
 
Manfaatkan sebaik-baiknya followers dan subscriber dengan memberikan informasi tentang buku. Setiap hari, kita buat status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga orang semakin paham dengan buku yang kita tulis. 

Dan jangan setiap hari isinya jualan. Lebih banyak sharing-sharing, baru selling. Lebih banyak memberikan pengetahuan kepada para pembaca sehingga mereka merasa ada manfaat menjadi followers kita. 

Sharing-sharing apa saja, kalau perlu sesuai dengan kebutuhan mereka. Sehingga setiap hari, semakin lama akan semakin ada ikatan dengan pembaca. Kalau sudah begitu, akan memudahkan kita dalam proses memengaruhi pikiran orang dalam membeli buku.

Jadi, pada dasarnya kita ini memengaruhi orang agar mereka mau menjadikan buku sebagai kebutuhan utama. Dan memang, membaca akan banyak membuka wawasan, pengetahuan, dan pilihan dalam mengambil keputusan. 

Dengan bersama-sama membangun kebutuhan akan membaca, maka akan memudahkan kita dalam proses menjual buku.


TANYA JAWAB
Sudah ada pertanyaan yang masuk

*Pertanyaan 1:Kartini_Depok.
Jika kita buat buku solo tentang diri kita. Mohon sarannya tuk buku solo auto biografi. Apa yang baiknya kita munculkan agar orang lain tertarik dengan buku kita.

Jawaban: 

Kalau kita menulis autobiografi atau riwayat hidup kita sendiri, maka kita perlu bertanya siapa yang akan mendapatkan manfaat dari riwayat hidup kita? Seberapa besar kita bisa menginspirasi orang lain? Buku autobiografi perlu menjawab: 

1. Siapa pembaca buku kita?! Apa kebutuhan mereka terhadap apa yang kita tulis? 
2. Inspirasi apa yang bisa membaca dapatkan dari kisah hidup perjalanan kita. 
3. Apa hal-hal praktis yang bisa mereka kerjakan setelah membaca buku ini? 
4. Apa hal-hal unik dan berbeda dari buku kita dibandingkan dengan buku-buku sejenis? 

Pertanyaan berikutnya

*Pertanyaan 2.
Saya seorang guru, ijin bertanya, dari 7 program promosi buku yang sudah bapak jelaskan, apakah ada promosi yang mungkin dilakukan di sekolah? mengingat anak-anak tidak memiliki banyak uang saku untuk membeli buku.
Untuk promosi di sekolah, inilah pentingnya kita memetakan buku kita ini untuk siapa. Kalau untuk siswa, maka buku kita harus diformat agar bisa terjangkau harganya untuk siswa. Harus diakui memang, siswa ini banyak yang tidak mempunyai uang jajan banyak, karena itu agak sulit untuk masuk pada market ini. 

Pertanyaan 3
Bagaimana cara mengorganisir peluncuran buku agar sukses?
Jawaban: 
1. Tentukan target siapa yang akan baca buku kita. 
2. Siapkanlah undangan sebanyak-banyaknya, undang mereka jauh-jauh hari. 
3. Seminggu sebelum hari pelaksanaan, ingatkan kembali mereka. 
4. Siapkan materi presentasi yang baik dan memukau. Presentasi kita akan sangat menentukan apakah mereka akan tertarik untuk membeli buku atau tidak. 
5. Siapkan promosi penjualan hari itu, misalnya diskon buku atau beli buku dapat souvenir dan sebagainya. 
6. Database mereka dicatat baik-baik untuk kita undang lagi pada acara berikutnya. 

Pertanyaan 4
Apa yang harus dilakukan jika mendapatkan review negatif dari hasil promosi buku kita?
Pertama, buku itu tidak akan pernah sempurna. Ini kesalahan paling sering yang dilakukan oleh para penulis, yang bukunya tidak pernah terbit. Karena Mereka menginginkan bukunya sempurna. 
Ada kekurangan sedikit, dikoreksi. Nanti ada tambahan lain dikoreksi lagi. Akhirnya bukunya nggak selesai-selesai. 
Percayalah, tidak ada buku yang sempurna. Kalau kita merasa ada kekurangan dalam buku yang sudah kita tuliskan, biarkan saja, terbitkan saja. Kekurangan itu akan kita tambal dengan hal-hal lain atau menjadi peluang untuk kita tuliskan pada buku berikutnya. 
Kedua, ketika kita sudah berhadapan dengan publik membaca, kita sudah harus siap dengan semua komentar mereka, apakah itu komentar yang baik ataupun komentar yang negatif sekalipun. Saya harus terus terang bahwa buku saya Man Jadda Wajada itu banyak yang mengomentari bahwa buku ini biasa-biasa saja, tidak ada isinya, dan sebagainya. 
Ketiga, sebagai penulis tugas kita adalah terus menulis. Kalau sudah jadi satu naskah buku kita dan sudah pergi terbitkan, jangan berhenti. Tetaplah terus penulis untuk buku selanjutnya. Begitu siklusnya, jadi kemampuan kita menulis akan terus bertambah dan bertambah.


TEKNIK PROMOSI BUKU

Narasumber         : Akbar Zainuddin, MM.,MNE. Moderator            : Dyah Kusumaningrum, ST. Pertemuan           : 30 Hari, tanggal        ...