Rabu, 17 Juli 2024


 Moderator    : Widya Arema

Narasumber    : Dr. Hj. E. Hasanah, M.Pd.

Pertemuan        : 25

Hari, Tanggal    : Rabu, 17 Juli 2024


ABOUT YOU

Kamu

Hembuskan rindu

Tuntun langkah beradu

Lewati gerbang resah di dekapmu. 

Pada senja berpita beludru

Asa meluruh sendu

Tercerai pilu

Kuyu. 


Rona

Arupa kisah

Merenda sedu sedan

Menarikan selaras ruam teduh. 


Kumasuki bilik hati rapuh

Berbenah sekat poranda

Berbagi resah Tawa


Ahayyy... Yang pernah jatuh cinta pasti pernah merasa berbunga-bunga saat cinta menggoda. Lantas menuliskan dalam kalimat puitis berjuta makna. Mau jatuh cinta tiap hari, upsss🤭Maksudnya ingin piawai  membuat puisi indah? Yuuuk masuk kelas malam ini. Bersama pakar puisi, kita akan bersama menarikan pena dalam melodi PUISI yang indah. 

Kalimat ajakan pada flyer di atas tentu sangat menarik, apalagi saya sangat menyukai dunia puisi.

Adapun sesi kegiatan malam ini terdiri dari

1. Paparan berjuta makna dari narasumber

2. Selayang surat cinta

3. Tantangan

Narasumber kita malam ini adalah Ibu Dr. Hj. E. Hasanah, M.Pd. Berikut biodata beliau


PENGERTIAN PUISI







STRUKTUR FISIK PUISI




JENIS-JENIS PUISI


CIRI-CIRI PUISI LAMA DAN JENISNYA






CIRI-CIRI PUISI BARU DAN JENISNYA




contoh Puisi Balada ya.

Derita Anak Bangsa
By. Ainun Qalbi S.R

Ia mengayuh sepedanya
Ia mengayuh semangatnya
Menjual koran di pagi hari
Panasnya matahari, dinginnya hujan
Tak ia rasakan

Ia sampai putus sekolah
Cita-cita tak lagi ia gantungkan
Hanya ada satu kewajiban
Menjual koran, mencari makan

Puisi Patidusa
Puisi patidusa itu singkatan dari Empat Tga Dua Satu, maksudnya dalam satu bait lariknya empat kata, tiga kata, dua kata dan satu kata. Seperti ini contohnya

Dejafu
Aku pernah di titik itu
Tercerai rasa pilu
Menggombak rasa
Kecewa. 

Luka
Meniduriku semena
Tanpa rasa peduli
Seakan tiada memberi jeda. 

Saat kakiku kuat melangkah
Kau seret aku
Di kumparan sama
Meninabobokkan. 

Merayu
Membalut diksi
Manis secawan madu 
Mencuci bersih kesadaran otakku. 

Ha ha kau pikir ku lena
Terperosok di pukat sama
Mencicipi rayuan
Menjijikkan. 

Malang, 18 Juli 2024



Puisi Telelet
Puisi telelet seperti patidusa, telelet itu tiga empat lima enam lima empat tiga. Jadi dalam satu bait ada 7 larik. 
Larik ke-1 tiga kata
Larik ke-2 empat kata
Larik ke-3 lima kata
Larik ke-4 enam kata
Larik ke-5 lima kata
Larik ke-6 empat kata
Larik ke-7 tiga kata


Bisa jadi visi dan misi yang sangat besar  yang membuat kita bisa mengubah dunia dengan tulisan kita, atau visi misi paling sederhana membuat kita berguna bagi keluarga, sahabat kita untuk mewarnai lingkungan dengan aura positif. 

Tapi dari semua itu ada visi misi terbesar yang di gariskan untuk kita lalui. 

✍️Menulis membuat kita bahagia... 
✍️Menulis membuat kita berbeda... 
✍️Menulis membuat kita   terkenang. 
✍️Menulis adalah obat paling mujarab untuk kita saat terluka. 
✍️Hanya dengan menulis membuat kita bisa menjadi diri kita sendiri.

Jadi sejatinya kita menulis bukan untuk dunia. Tapi..

KITA MENULIS UNTUK DIRI KITA SENDIRI. (Widya Arema)


Latihan Menulis puisi Telelet

Omak
Tiarma Naibaho

Ibuku kupanggil omak
Wanita tangguh dihadapan anak
Tubuhmu kini susah berdiri tegak
Begitu banyak beban yang kau pikul
Menyekolahkan kami para anak-anakmu
Demi masa depan kami 
Membahagiakanmu, impian anakmu


7 komentar:

TEKNIK PROMOSI BUKU

Narasumber         : Akbar Zainuddin, MM.,MNE. Moderator            : Dyah Kusumaningrum, ST. Pertemuan           : 30 Hari, tanggal        ...