Rabu, 10 Juli 2024

MENGATASI WRITER'S BLOCK






Moderator.   : Edmu Yulfizar Syakura,Gr.,M.Pd.
Narasumber.  : Ditta Wydia Utami, S.Pd.Gr
Pertemuan   : 23
Hari Tanggal  : Rabu, 10 Juli  2024.

Seperti halnya langit, kadang bersinar cerah, tapi acapkali pula tiba-tiba gelap tertutup awan. Begitu pula perjalanan kita dalam berkarya dan menulis. Mulai dari masalah kesibukan, mood swing, hingga kendala lainnya yang membuat kita stuck dan jalan di tempat.

Naah sobat, saat  sedang menulis, pernahkah Anda mengalami hal seperti ini. 
"Aduuh, bingung mau nulis apa lagi". *ATAU* 
"Kok ga ada ide yaa, lagi buntu". 

 Awas jangan-jangan Anda telah tertular virus menular. *_Waaah ga bahaya taa_*🤭
Wah wah virus opo to iku??? 
Yup *WRITERS BLOCK*

Hmmmm jadi pinisirin deh, virus apa itu. 

Mau tahu virus apa itu, cara menanggulanginya, ciri-cirinya, dan trik untuk menghindarinya. Yuuuk, masuk kelas malam ini. Jangan sampai menyesal yaaa. ... 😉😉😉


Wahhhh.... topik malam ini saya bangettt...
sering gak ada ide hingga berakhir  tidak ada tulisan.

malam ini kita dibersamai  ibu Ditta yang memiliki segudang karya dan prestasi. Seperti biasa, pembelajaran malam ini dibagi menjadi 4 sesi:
1. Pembukaan
2. Pemaparan materi 
3. Tanya Jawab 
4. Penutup 

Pertanyaan  pemantik dari penulis sekaligus  evaluasi diri
1. Pernahkah menulis diare saat kecil/ remaja?
2. pernahkah ibu bapak menerbitkan  buku?
3. Apa yang biasanya ibu bapak tulis(baik di blog, buku, masih di laptop, atau buku catatan)?


WRITER'S BLOCK
Meski istilah ini sudah muncul di tahun 1940-an (dikenalkan pertama kali oleh Edmund Bergler, psikoanalis Amerika), nyatanya banyak penulis masa kini yang juga masih terserang WB. Secara sederhana WB bisa dimaknai sebagai keadaan saat penulis kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya (Wikipedia). Parahnya, tak hanya hitungan detik, menit atau jam, WB ini bisa melekat berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bisa jadi tahunan.

APA PENYEBABNYA?
Ada banyak faktor  seperti  tidak ada ide, sibuk, gak mood menulis, sedang banyak pikiran,  dll.
BAGAIMANA MENGATASINYA?
Bagi yg lelah fisik, misalnya, mungkin Ibu dan Bapak memilih rehat sejenak, healing terlebih dahulu, melakukan mindfullness, atau aktivitas lain yg bisa membantu Ibu Bapak lebih "segar" sehingga siap untuk kembali menulis.

Bagi Ibu Bapak yg belum ada ide, bisa jadi Ibu Bapak memilih pergi ke perpus, membaca artikel/buku, atau melakukan hal lain yg bisa memancing ide menulis keluar.

Ibu Bapak yg merasa tulisan belum sempurna, bisa jadi meminta teman dekat untuk mengoreksi terlebih dahulu. Meminta masukan sehingga Ibu Bapak bisa melakukan revisi dan akhirnya menerbitkan tulisan.

Bagi yang sedang sibuk, Ibu Bapak mungkin akan mencari gold time-nya menulis dan meluangkan waktu walau sejenak untuk tetap menulis. Bagi yang sedang sibuk, Ibu Bapak mungkin akan mencari gold time-nya menulis dan meluangkan waktu walau sejenak untuk tetap menulis.

Yang sedang g mood untuk nulis, bisa jadi mencari moodbooster dulu.

hmmmm gak ada alasan lagikan  untuk untuk untuk  tidak menulis. :)

TANTANGAN 1
Lihat sekeliling Ibu dan Bapak. Carilah sebuah benda berwarna hitam, lalu buat 1 kalimat dg benda tersebut. Waktunya 2 menit dari sekarang.

TANTANGAN 2
Buatlah 2 kalimat dengan diawali:
Saat ini ... 
Aku ingin ...
TANTANGAN 3
Buatlah 1 paragraf berdasarkan gambar di atas

Kita dengan antusias mengerjakan  ketiga tantangan tersebut. Ternyata  itu adalah salah satu mengatasi writers's block. Saat itu terjadi, kita bisa melihat sekeliling sejenak, fokus di satu benda, lalu menjadikannya sebuah tulisan. Atau kita bisa kembali menajamkan indera kita, melihat hal-hal sederhana seperti jepit jemuran yang bisa jadi ada di setiap rumah namun ternyata bisa menjadi ide tulisan. Kuncinya  adalah NIAT.

Saat memutuskan ingin menjadi penulis, sungguh kita harus sudah siap untuk konsisten (meluangkan waktu untuk menulis sesuai kesanggupan masing-masing). Siap untuk belajar dan dikritik (karena karya kita bisa jadi buah bibir orang lain, mendapat kritikan, masukan/saran dll yang mendorong kita untuk terus belajar dan belajar lagi ilmu kepenulisan dll). Menjadi penulis juga harus siap ditolak. Ditolak penerbit, ditolak panitia lomba/seleksi, ditolak redaksi, dll.

Dan tentu saja, menjadi penulis harus siap untuk menjadi unik, karena tak kan ada Ahmad Tohari kedua. Tak kan ada Andrea Hirata kedua. Tak kan ada Omjay kedua. Masing-masing memiliki keunikan. Kita pun pasti punya.

TANYA JAWAB
1. Antoro dari Jakarta Timur, 
yang saya alami jika sudah menulis rasanya lupa waktu, untuk berhenti rasa sayang dan tanggung karena sedang enak-enaknya lancar menuangkan ide, jadi bablas terus saya menulis hingga selesai sampai tuntas dulu baru berhenti. Apakah tindakan saya seperti itu benar atau ada tips lain agar saat jeda menulis bisa dilanjutkan di lain waktu dengan ide yg seperti awal, artinya tdk cari2 ide lagi.
Kerangka tulisan dapat menjadi solusinya. Ibarat sangkar, kerangka tulisan akan menjaga ide-ide kita. Sehingga meski dijeda, selama kita sudah tuangkan garis besarnya, insya Allah tdk akan kesulitan saat memulainya lagi. 

2.  Asep _Banyuasin Sumsel 
 Bagaimana trik praktis mengalahkan WB ?
Kenali penyebab WB yang menyerang kita. Maka kita akan tahu solusinya. Sebagai tindakan preventif, kita bisa meminta orang terdekat untuk membantu saat kita terserang WB. Misal, ingatkan keluarga untuk mengajak liburan kalau Pak Asep sedang jenuh menulis. 


A.S. Laksana (Kompas), bahwa "Menulis yang buruk (dan selesai), lebih baik daripada tulisan yang tidak selesai". (Ditta) 


Terima kasih Bu Ditta
Terima kasih TSO
Terima kasih rekan KBMN PGRI Gelombang 31

Senin, 08 Juli 2024

MEMBUAT COVER BUKU YANG MENARIK

 


Narasumber        : Fajar Tri Laksono, M.Pd.

Moderator            : Helwiyah, S.Pd.,M.M.

Pertemuan            : 22

Hari Tanggal        : Senin, 8 Juli 2024


Pernahkah saat  menatap halaman depan buku, kita dibuat takjub dan terpesona. Seolah berjuta asa dan rasa terserap oleh keindahan cover. Sapuan latar belakang yang menggelitik hingga tergerak untuk mencari tahu apa isi di dalamnya.  Imajinasi kita menari-nari, terbawa semakin kuat untuk menjelajahi lembar demi lembar isi buku tersebut.  Melalui cover buku yang menarik, Pembaca semakin Penasaran. Cover buku adalah pintu gerbang pertama ke dunia cerita yang luar biasa. Dengan desain yang menarik, pembaca akan lebih tertarik untuk membuka buku dan memulai petualangan kisah yang tertuang.

Demikianlah isi flyer kita malam ini. Melalui kegiatan zoom kita akan mengikuti pertemuan 22. Kita akan menjelajahi langkah-langkah kunci untuk menciptakan cover buku yang memikat dan dapat menarik perhatian pembaca.

Sabtu, 06 Juli 2024

MEMPERMUDAH PENULIS MENULIS PENERBIT MAYOR

 

Moderator.   : Lely Suryani, S.Pd.SD

Narasumber : Dwinita Andriastuti

Pertemuan    : 21

Hari, Tanggal : Jumat, 5 Juni 2024


Tidakkah anda ingin menjadi penulis Buku Mayor? Jawabnya pasti *INGIIIIIIIIIIIIN..* Menjadi penulis buku Mayor adalah idaman setiap penulis. Tantangan dan tingkat seleksi yang rumit terkadang membuat nyali kita ciut dan menyurutkan langkah semula yang berapi-api. Tapi hari ini kita akan mendapatkan ilmunya langsung dari sang pakar penerbit Mayor. 

Materi kali ini spesial dua telor. Karena ada dua materi amazing yang akan kita dapatkan. Bagaimanakah caranya? Apa teknik dan triknya? 

So, yang ingin melejitkan bukunya lewat penerbit Mayor  jangan lewatkan kelas malam ini!!!! Kelas spesial dua materi keren. Yuk yuk yuk

Rabu, 03 Juli 2024

MENJADI PENULIS BUKU MAYOR

 


Moderator        : Ahmad Soleh
Narasumber     : Joko Irawan Mumpuni
Pertemuan       : 20
Hari, Tanggal   : Rabu, 3 Juli 2024

Tidakkah anda ingin menjadi penulis Buku Mayor? 
Jawabnya pasti INGIIIIIIIIIIIIN.. 

Menjadi penulis buku Mayor adalah idaman setiap penulis. Tantangan dan tingkat seleksi yang rumit terkadang membuat nyali kita ciut dan menyurutkan langkah semula yang berapi-api. Tapi hari ini kita akan mendapatkan ilmunya langsung dari sang pakar dan direktur penerbit Mayor. 


Begitulah kalimat ajakan yang kita dapatkan di pertemuan ke-20 ini. sungguh menarik perhatian dan jarang saya mendengar penerbit ini. Seperti biasa rangkaian acara kita terdiri dari 4 sesi.
1. Pembukaan
2. Pemaparan materi 
3. Tanya Jawab 
4. Penutup
dan malam ini kita dibersamai oleh bapak Joko Irawan Mumpuni.



Penerbit adalah Industri Kreatif yang berorentasi pada profit. Didalam Penerbit ada SDM kreatif sebagai pendukungnya: Penulis, editor, layouter, Ilustrator dan desain grafis. Menerbitkan buku sesungguhnya merupakan kegiatan penyebaran/menjaual ilmu pengetahuan. Diawali dengan kosep Marketing 1.0 hingga marketing 5.0. seperti dalam gambar berikut.


berikut hasil survey format buku yang masih dibeli orang


Faktor utama mengapa membeli buku





Sekarang kita akan mengetahui jenis kelompok produk buku buku apa saja yang ada dipasaran. Penulis bisa memilih sesuai minatnya, tetapi yang perlu menjadi pertimbangan adalah siapa pembaca utamanya. Jika tidak ada calon pembaca sebaiknya nggak usah ditulis. Kategori2 produk buku dipasaran dibagi menjadi sebagai berikut tergambar seperti sirip ikan.






Setelah penulis berhasil menulis buku yang diterima oleh penerbit mayor, penulis akan memperoleh hal hal sebagai berikut:




Oleh sebab itu agar buku yang kita tulis dapat diterima penerbit mayor, maka kita harus memiliki cara berfikir sbb, tidak hanya 5W + 1 H, tetapi 2H, H yang kedua adalah How Muct Much. Seperti dalam gambar berikut ini: Karena sudah terstruktur dan mayor, maka ketika kita menerbitkan buku di penerbit mayor nanti secara otomatis sudah memiliki ISBN. Tugas penerbit akan melakukan sorting naskah yang dikirimkan oleh para penulis buku, kemudian mengkaji dan riset naskah itu, hingga memasarkannya ke jaringan toko buku yang dimilikinya. 
Beda dengan Penerbit Indie dan Self Publishing yang tidak melakukan fungsi industri. 
Berikut ini adalah system penilaian naskah yang ada di Penerbit Mayor:




Untuk menentukan apakah tema buku tersebut punya pasar atau tidak kitab isa pakai Google Trend dengan langkah2 sebagai berikut:

Misal apakah buku dengan tema Batu Akik masih laku?



ternyata tidak laku lagi. ernyata hasilnya adalah tema batu akik sudah ketinggalan jaman. Coba lihat tema tema lain berikut ini. Nah, Tema apa yang laku?


Perhatikan berapa jumlah sitasinya, semakin besar semakin baik.

Contoh Buku yang telah terbit




KITA BERADA DI POSISI MANA?



bagaimana pengaruhnya dengan adanya Kecerdasan Buatan?

CONTOH PEMANFAATAN AI


Dari Panduan Pembelajaran dan Asesmen didapatkan tabel sebagai berikut:


Bagaimana ChatGPT digunakan untuk membantu penulis. Misal penulis adalah dosen, maka penulis tersebut bisa membuat prompt sbb:


Buku-buku referensi yang dibutuhkanpun dapat dihasilkan oleh kecerdasan buatan. Penulis juga bisa meminta tolong ChatGPT untuk melakukan paraphrase agar hasil tulisannya tidak sama dengan sumber aslinya.

MODEL BISNIS PENERBITAN

Jika Disederhanakan menjadi

PROSES NASKAH MENJADI BUKU




CIRI-CIRI PENERBIT YANG BAIK



CIRI-CIRI PENERBIT YANG PERLU DIWASPADAI






Di akhir sesi narasumber memberikan quotes




TEKNIK PROMOSI BUKU

Narasumber         : Akbar Zainuddin, MM.,MNE. Moderator            : Dyah Kusumaningrum, ST. Pertemuan           : 30 Hari, tanggal        ...